Pasar Asia Tenggara Menjadi Incaran Sumi Kabel

Pasar Asia Tenggara Menjadi Incaran Sumi Kabel

Pasar kabel mancanegara masih memiliki daya sihir besar bagi PT Sumi Indo Kabel Tbk. Target utama mereka: negara-negara yang ada di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Menurut Sulim Herman Limbono, Direktur Sumi Indo Kabel, dua kawasan tersebut membutuhkan banyak kabel untuk proyek transportasi dan infrastruktur. Khusus untuk Asia Tenggara, pesanan kawat mobil juga bejibun.

Sementara permintaan kabel dari sektor ketenagalistrikan dan konstruksi di luar negeri sedang turun saat ini. Beruntung, harga jual kabel di pasar dalam negeri justru sedang tinggi. Walhasil, Sumi Indo Kabel tetap bisa menikmati pertumbuhan bisnis meski dengan pilihan sektor yang lebih terbatas. Informasi saja, ekspor kabel memang sudah langganan dan mendominasi penjualan Sumi Indo Kabel.

Untuk periode laporan keuangan tiga bulan yang berakhir 30 Juni 2018, misalnya, penjualan ekspor tercatat mencapai US$ 34,09 juta atau 79,09% terhadap total penjualan bersih US$ 43,10 juta. (lihat tabel). Dalam mengembangkan pasar ekspor, rupanya Sumi Indo Kabel senantiasa mendapatkan dukungan dari pemegang saham mayoritas, yakni Sumitomo Electric Industries Ltd., Jepang. Perusahaan akan berupaya memaksimalkan peluang yang ada di pasar-pasar tersebut bekerja sama dengan Sumitomo Electric Group, ujar Sulim.

Biarpun pasar luar negeri menggiurkan, Sumi Indo Kabel tak melewatkan begitu saja peluang di pasar domestik. Perusahaan berkode saham IKBI di Bursa Efek Indonesia itu menakar, proyekproyek yang banyak menyerap kabel di dalam negeri adalah pembangkit listrik, sektor minyak dan gas bumi (migas), serta infrastruktur.

Strategi Agar Lebih Efisien
Kemungkinan tiga proyek tersebut masih akan menjadi penyerap besar kabel di dalam negeri hingga beberapa tahun mendatang. Hanya, pelaku industri seperti Sumi Indo Kabel harus giat bersaing dengan kompetitor. Selain perkara inovasi produk, mereka menyatakan, mesti menciptakan harga jual kompetitif. Asal tahu, Sumi Indo Kabel berharap bisa memenuhi target penjualan bersih US$ 212 juta dan laba sebelum pajak sebesar US$ 5,6 juta selama periode tahun fiskal 1 April 2018-31 Maret 2019.