Startup Memperlancar Bisnis Perikanan

Startup Memperlancar Bisnis Perikanan – Anda ingin mengelola bisnis per – ikanan tapi tidak punya keteram – pilan memadai? Atau, Anda pembudidaya ikan yang ingin ekspansi usaha tapi seret modal? Tidak perlu khawatir. Growpal hadir menyatukan berbagai keinginan di sektor perikanan.

Platform Pendanaan Perikanan Terintegrasi

Menurut Paundra Nurbaskoro, PT SAY Grow Indonesia (Growpal) adalah crowd – funding platform (wadah dana keroyokan) terintegrasi yang menghubungkan inves – tor individual atau institusional dengan pem budidaya dan pengusaha ikan untuk membentuk budidaya yang menguntung – kan. Melalui media digital berupa website terintegrasi, Growpal menyajikan kemudahan bagi investor untuk melaku kan investasi, pengecekan produk, hingga peng – awasan proses berjalannya sebuah pro yek. Semua itu bisa terpantau secara langsung. Mengacu aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 37/POJK.04/2018 tentang crowdfunding, proyek pembiayaan yang diberikan maksimal Rp2 miliar. “Yang pen – ting pagunya tidak lebih dari Rp2 miliar/ orang. Per kelompok bisa lebih besar,” im – buh Co-Founder Growpal itu.

Sementara, pihaknya mematok dana minimal Rp500 ribu/proyek bagi investor. Syarat menjadi investor cukup mudah, yaitu mendaftar ke website Growpal dan menyiapkan kartu identitas. Pembudidaya dan pengusaha ikan yang ingin menjadi mitra akan dikaji dahulu rekam jejak usahanya. Sejak peluncuran pada Februari 2017, Paundra mengklaim, perusahaannya su – dah mencairkan pinjaman senilai Rp32 miliar. Pembudidaya atau pengusaha ikan mitranya tersebar di Situbondo, Tulung – agung, Malang, Jember, dan Pacitan (Ja – tim), Karimun Jawa (Jateng), serta Ban – dung dan Bogor (Jabar). Ada 10 komo di – tas utama yang didanai, di antaranya udang, kerapu, baramundi, bandeng, pa – tin, tilapia, gurami, dan sidat. Komoditas ini dipilih karena permintaannya di pasar cukup banyak. “Selama hampir dua tahun ini kami sudah profit share Rp5,56 miliar bersih untuk investor. Seratus persen proyek yang online di Growpal, terdanai sampai sekarang. Begitu online, kebanyakan di Growpal itu setiap buka investasi kurang dari 24 jam sudah terdanai penuh dari customer (pelanggan) yang sudah aktif di platform kami,” ungkapnya bangga.

Saling Terhubung

Tidak hanya pembudidaya, startup (rintisan) perikanan itu juga mempertemu – kan pengolah dan pedagang dengan pe – nye dia sarana produksi, seperti pakan, dan pasar, seperti supermarket dan res – toran. “Pakan ikan juga kita jembatani biar harganya tidak terlalu tinggi dan tidak ada kekhawatiran pembudidaya bisa bayar atau nggak. Kami akan bayar di depan me lalui crowdfunding. tenornya sangat sing kat biasanya 30 hari saja,” ucap Paundra. Cara ini menjadi solusi menguntungkan buat distributor pakan dan pembudidaya. Distributor tidak perlu cemas pakannya tidak terbayar, sedangkan petani merasa lega karena mendapat harga pakan ter – baik yang dibayar lunas melalui Growpal.

Startup ini juga menerapkan metode serupa untuk supermarket. Dia menjelaskan, “Pembayarannya 4 bulan, kita bisa bayar dulu di depan. Yang penting itu ada dalam satu rekening bersama. Semua invoice kita yang pegang. Kita bisa lakukan.” Di Situbondo, Lamongan, dan beberapa wilayah Jatim misalnya, Growpal mendanai proyek kerapu cantang mulai dari pembenihan hingga pembesaran. Pema – sarannya pun dibantu dengan menjembatani ke restoran-restoran terkemuka di Jakarta. “Kita punya gudang kecil di Ja kar – ta Barat. Permintaan (demand) di Jakarta cukup besar banget, suplai kami masih ke – la bakan. Karena itu kami senang semakin banyak pembudidaya yang sudah ahli lalu kita bersama-sama mengejar untuk me – me nuhi demand tersebut dengan supply base yang terbentuk,” paparnya. Beralih ke Jakarta, Growpal juga fokus membiayai para pedagang yang sudah siap logistik dan pergudangannya untuk me – nampung barang dari daerah. “Kon sumen akhir dan seluruh rantai pasoknya kita ma – sukkan sedikit-sedikit untuk mem buat ekosistem di Growpal saling terhu bung dan berkelanjutan,” dia menerangkan.