Startup Memperlancar Bisnis Perikanan Part 2

Bagi Untung juga Rugi

Rata-rata Return of Investment (ROI, laba atas investasi) setiap proyek Growpal se – kitar 2%-2,6% per bulan. Pada budidaya udang misalnya, dalam setahun Growpal bisa memberikan ROI minimal 2% kepada investor. Persentase itu dinilai sebagai per – bandingan yang signifikan terhadap bu – nga bank. Sistem pembagian keuntungan ditetapkan berdasarkan prinsip bagi hasil, yaitu 50% investor, 35% pembudidaya atau pengusaha ikan, dan 15% Growpal. Skema bisnis Growpal, ungkap Paundra, adalah bagi hasil untung juga bagi rugi. “Soal bagi rugi, kami menyebutnya sya – riah, bagi untung dan bagi rugi.

Berapa per sen? Ya sesuai bagi hasil untung yang mes tinya kita dapat,” urainya. Growpal pernah menghadapi kerugian investasi di Pacitan karena banjir besar. “Kita hentikan operasi, hitung apa yang masih tersisa: tanah, kincir, (plastik) HDPE, gudang ada, stok pakan masih ada. Kontrak ‘kan 14 kali siklus atau 5 tahun, waktu kejadian baru 1,5 tahun. Kita ada kontrak kerja sama. Un – tuk siklus selanjutnya butuh Rp100 juta. Investor setor 60% sesuai porsi, petani dan Growpal masukin sisanya. Kemudian kita lanjut lagi,” papar dia. Growpal pun mulai memasukkan skema asuransi dalam biaya investasi untuk meng – atasi risiko kegagalan. “Jadi dalam investasi itu sudah termasuk pembayaran premi selama kontrak berjalan. Rata-rata mereka mau menghitung 1%-1,5% dari biaya 100% yang akan dibayarkan,” ucapnya. Selain itu untuk memastikan keberhasilan proyek, Growpal juga mengutus agen yang berpe – ran mengawasi dan melaporkan perkembangan usaha pada investor.

Bisnis Berkelanjutan

Dalam dua tahun ini, ungkap lulusan Fa – kultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Uni – ver sitas Brawijaya, Malang, Jatim itu me – ngatakan, Growpal tidak hanya mencari bisnis yang mempunyai nilai keuntungan finansial berkelanjutan. Akan tetapi, Grow pal juga membayar impact invest – ment exchange (dampak pertukaran investasi) di Singapura untuk melakukan Sus – tain able Return on Investment (SROI) dari seluruh proyek yang dikelola. “Mereka melakukan riset selama satu minggu di lokasi petani Growpal, yakni Situbondo, Pacitan dan beberapa wilayah di Jatim tentang seberapa besar dampak Growpal dengan SDGs (Sustainable Goal Developments) nomor 2, 8, dan 14.

Kemu – dian, bagaimana dampak lingkungannya, kita menyemangati petani untuk memiliki Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang dapat diandalkan. Dampak sosialnya se – perti apa, viabilitasnya seperti apa untuk kelangsungan bisnis mereka,” tutur Paun – dra mendetail. Growpal melakukan penelitian terhadap beberapa orang yang terlibat, yaitu karya – wan, manajer, dan lingkungan. Riset itu menghasilkan SROI Growpal selama dua tahun sebesar 3,25. Artinya, seluruh upaya Growpal dalam investasi modal senilai US$3 juta berupa uang, tenaga teknis, dan lainnya, menghasilkan Net Present Value (NPV) 3,25 kali lipat lebih besar daripada nilai investasi. Paundra berharap usaha – nya ini menggiring perikanan menghasil – kan dampak sosial dan lingkungan yang baik bagi Indonesia.